Pagi itu, Hasbi terlihat sedikit rileks. Ahad, dia meliburkan diri dari rutinitas membuat tas Aceh. Usaha yang digelutinya empat tahun terakhir itu juga meliburkan 15 karyawan setiap Ahad. Disudut Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Satu, Aceh...
- Slide1
- Slide2
- Slide3
- Slide4
- Slide5

Kemana Parlok Menggiring Ekonomi Aceh?
Tuntutan menyejahterakan rakyat merupakan salah satu persoalan semesta yang paling purba. Kemapanan ekonomi, sebagai wajah lain dari kesejahteraan, seringkali dijadikan isu strategis dalam mencapai tujuan tertentu. Bahkan, hukum juga diproduk dari tarik ulur kepentingan politik dan kepentingan ekonomi. Karenanya, menyorot permasalahan yang memilin sektor ekonomi lalu menyusun strategi pemecahan yang tepat, adalah bagian terpenting dari usaha menyejahterakan rakyat. Dan tentu saja, muara akhirnya menuju kesejahteraan bangsa.

PAAS Beranjak Dari Anggaran
Kapal boleh baru tapi nahkoda partai politik lokal ini bukanlah sosok asing di ring perpolitikan. Ghazali Abbas Adan, sang inisiator sekaligus ketua umum, merupakan mantan anggota MPR RI. Ghazali juga pernah bertarung dalam perebutan kursi gubernur pada Pilkada Aceh 2006 lalu. Sayangnya, keberhasilan belum berpihak.
Meski begitu, Ghazali tak patah arang. Dia kembali menghiasi dunia percaturan politik Aceh di bawah bendera PAAS, Partai Aceh Aman Seujahtera. PAAS adalah partai politik lokal yang dideklarasikan di Banda Aceh pada 7 Juni 2007. Lalu, bagaimana gambaran PAAS tentang ekonomi Aceh? Dalam platform yang diterima AER, terdapat sebelas poin yang menjadi program ekonomi partai berlambang peta Aceh ini.

PDA Sodorkan Ekonomi Berbasis Syariat
Dulu, ulama boleh dianggap alat politik kalangan elit. Namun kini, ulama Aceh telah bangkit dan secara resmi menyuarakan jeritan rakyat melalui kendaraan politik. Lihat saja, kalangan ulama Aceh yang tergabung dalam Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) sudah bersepakat dan memberikan rekomendasi pembentukan perahu berlayar politik dengan mendirikan Partai Daulat Aceh (PDA) pada 28 Februari 2008 silam.
Dengan mengusung perilaku politik berbasis ekonomi syariat, PDA hendak memberikan warna dalam menata Aceh dengan konsep syariat. ”Itu sesuai dengan misi PDA. Kami fokus pada konsep syariat Islam, terutama pada ekonomi islam yang non riba,” ujar Tgk Ali Imran, ketua harian PDA.

Ekonomi Sensitif Ala SIRA
Sepintas, akronim partai politik lokal ini mengingatkan kita pada organisasi mahasiswa penyulut sumbu referendum Aceh 1999. Kala itu, ratusan ribu massa berhasil dimobilisasi dan menyemut di Banda Aceh. Sejarah menyebut, kedatangan massa itu khusus untuk mendengar suara mahasiswa Aceh yang berhajat menutup cerita konflik. Dan suara itu diyakini bergema dari corong organisasi Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA).
Tujuh tahun setelahnya, konflik berakhir. Bab referendum Aceh tenggelam bersama penekenan nota damai. Tapi SIRA tidak ikut raib. Pada tanggal 10 Desember 2007, mengisi iklim perpolitikan lokal, berdiri sebuah parlok yang diberi nama Suara Independen Rakyat Aceh (SIRA).

Agro Industri Primadona PRA
Partai politik ini lahir dari sejarah perjuangan demokratik tahun 1998. Dimulai dengan kongres Front Perlawanan Demokratik Rakyat Aceh (FPDRA) kedua di Aceh Besar tahun 2006, yang sekaligus membidani lahirnya Komite Persiapan-Partai Rakyat Aceh (KP-PRA). Pada 16 Maret 2006, meski palu di DPR belum mengetok sah UUPA, pencetusan PRA sebagai partai politik lokal pertama di Aceh tetap berlangsung.
Terkait kondisi perekonomian Aceh, Sekjend PRA, Thamren Ananda menamsilkan pemerintah Aceh bak orang yang baru sembuh dari sakit. Sehingga timbul keinginan mencicipi semua jenis makanan dan minuman. “Ketika semua sudah ada di depan mata dan mencicipi, bukannya habis, tapi malah menjadi tidak enak dan mual karena kebanyakan sehingga semuanya menjadi mubazir,” kata dia.
Grassroot
Media Headlines
Latest News
Geliat Batik di Aceh
Batik tampaknya bukan lagi menjadi tradisi suku di Pulau Jawa. Namun, mulai merambah ke Aceh. Pagi jelang siang, kawasan PT Lombarteks, terlihat lengang. Namun, masuklah kedalam bekas gedung milik PT Arun NGL yang dihibahkan ke Pemerintah Aceh Utara itu.
Sebanyak 15 orang remaja sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Ada yang duduk di depan mesin jahit, ada yang merapikan kain. Ada pula yang sibuk mengatur kain. Di situlah, sejak tiga bulan terakhir, mereka belajar membatik.
Program batik ini, merupakan kerjasama antara Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Aceh Utara dengan Forum Wanita Peduli Aceh se-Jabotabek Jakarta. PT Lombarteks hanya sebagai penyedia tempat dan membantu seluruh keperluan pelatihan.
Tidak tanggung-tanggung, Forum Wanita Feduli Aceh se-Jabotabek ingin agar batik yang terkesan hanya berkembang di Pulau Jawa juga bisa dikembangkan di Aceh. Forum ini pula mendatangkan Zakaria, pembatik asal Pekalongan, Jawa Tengah untuk melatih. Zakaria, terlihat serius mengamati anak muridnya.
Dia turun temurun bekerja sebagai pembatik dan membuat pewarna batik di Pekalongan. Keahliannya tak perlu diragukan. Dia pula pakar yang membidani lahirnya tenaga batik asli Aceh.
Zakaria menyebutkan, batik yang diajarkannya adalah batik cap (cetak atau stempel). Bukan batik tulis seperti kebanyakan dikembangkan di Pulau Jawa. ”Batik cap lebih mudah diajarkan dan lebih mudah dimengerti. Kalau batik tulis, itu harus memiliki seni sendiri si pembatiknya. Kalau cap kan hanya mengikuti model capnya saja. Keindahan motif tergantung pada cap-nya saja,” terang Zakaria, pertengahan Februari lalu.
Dia menyebutkan, saat ini umumnya 15 orang remaja Aceh Utara yang belajar membuat batik itu sudah menguasai teknik pembuatan batik. Dari memilih jenis kain, mencap, mewarnai, hingga mengeringkan dan menjahit pinggiran kain batik.
Namun, Zakaria mengakui mereka belum dapat disebut sebagai pembatik ulung. ”Biasanya, kalau yang mahir benar dan bisa disebutkan pembatik hebat itu, belajarnya satu tahun. Ini hanya tiga bulan. Tapi, nantinya mereka bisa belajar sendiri. Pasti semakin baik,” ungkap Zakaria optimis.
Akhir Februari Zakaria meninggalkan Aceh. Kontraknya mengajar batik berakhir. Dia yakin, anak didiknya mampu menghasilkan produksi batik cap Aceh dengan kuwalitas yang bermutu. Cap batik ini ditempah pada pengrajin di Pekalongan. Motifnya, pinto Aceh dan motif tradisional Aceh lainnya.
Satu cap, ditempah sekitar Rp 500.000. Tergantung ukuran. Cap ini terbuat dari tembaga. Jika dari besi, cap akan menghancurkan kain. Sementara itu, ditempat terpisah, Direktur Utama PT Lombarteks, Tengku Kamaluddin, menyebutkan pihaknya mencoba mengembangkan batik itu bekerjasama dengan Dekranas dan Forum Peduli Perempuan Aceh.
”Lombarteks, sebagai pembantu dalam hal ini. Jadi, usai pelatihan, kita berharap kedepan bisa mengembangkan batik. Mungkin, Lombarteks hanya menyediakan tempat. Sedangkan manajemen, penjualan dan segala macamnya, bisa diurus Dekranas. Jika diserahkan ke kita, kita juga siap,” kata Kamal.
Pucuk pimpinan pada perusahaan daerah itu menyebutkan, untuk produksi kapasitas besar, masih membutuhkan tenaga kerja lebih banyak lagi. Kamal menambahkan peserta pelatihan saat ini nantinya menjadi guru pada tenaga kerja baru yang direkrut.
Dia mengatakan, pihaknya siap melakukan pengembangan bisnis batik. Pasalnya, kedepan pasar batik di Aceh akan dikuasai motif sendiri. Jadi, tak mesti repot membeli batik ke Solo, atau Pekalongan.
”Pemerintah bisa memesan di sini saja, setelah produk usaha ini nantinya dijual ke publik,” terang Kamal.
Pengrajin sekaligus guru bagi pembatik muda di Lombarteks, Zakaria mengingatkan bila pemerintah daerah lainnya ingin mengembangkan batik, sangat mudah. Peralatan batik, terdiri dari ender (tungku), lilin, cetakan, dan medium pewarna sangat murah. Namun, dia tidak tahu harga pasti untuk saat ini. Namun, Zakaria menyebutkan harganya terjangkau.
”Saya senang Aceh. Jika ada yang mengontrak untuk mengajarkan batik lagi di daerah lain, saya mungkin bersedia,” pungkas bapak enam putra ini. [RIADI]
Nanggroe
Sejumlah lembaga masyarakat sipil menilai dana hibah untuk instansi vertikal yang dialokasikan APBD di Aceh tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
“Dana hibah...
Sebanyak 2.820 keuchik (kepala desa) dan sekretaris desa didaftarkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Pidie, Provinsi Aceh masuk dalam Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek)...
Pada Bulan Mei 2009, harga bernagai komoditas di Kota Banda Aceh secara umum menunjukkan kenaikan. Hal ini ditandai dengan naiknya Indek Harga Konsumen (IHK) dari 113,46 pada bulan lalu...
Daerah
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengundang investor untuk membangun pabrik pengolahan karet alam yang bahan bakunya tersedia cukup besar di daerah itu.
“Kami telah menyediakan...
Pelanggan PLN Ranting Janarata Bener Meriah untuk sebulan terakhir hanya menunggak rekening Rp123 juta, jumlah tunggakan itu sangat wajar karena mayoritas tunggakan rekening listrik...
Menurut rencana pembangunan mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air, (PLTA) Peusangan 1 dan 2 di Aceh Tengah akan dimulai pada pertengahan tahun 2010 mendatang. Proyek yang memiliki...
Nasional
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengakui adanya perbaikan yang dilakukan pemerintah terhadap masalah Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2008.
“Kita mengakui, ada...
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memeriksa dana dekonsentrasi mulai Juli 2009 menyusul belum tertibnya pengelolaan dana dan aset-aset yang muncul dari dana perimbangan itu.
“...
Jakarta (AER)- Ratusan pengusaha industri minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Indonesia masih tetap bertahan hingga saat ini, meskipun usahanya terkena imbas krisis ekonomi...
Internasional
Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengumumkan rencana reformasi sistem keuangan secara besar-besaran untuk memperbaiki sistem yang sudah ada sebelumnya.
Transformasi...
Korea Selatan (AER) - Sekjen Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sepakat Senin (1/6) mendukung ekspansi ekonomi dan hubungan diplomatik antara Korea dengan 10 negara anggota...
Korea Selatan (AER) - Sekjen Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) sepakat Senin (1/6) mendukung ekspansi ekonomi dan hubungan diplomatik antara Korea dengan 10 negara anggota...
More Headlines
-
Sektor pertanian di Indonesia merupakan lapangan pekerjaan yang...
-
DPR Aceh secara tegas menolak pencabutan Undang-Undang no 37...
Biro Ekonomi Setda NAD
Kolom Pakar
Oleh : Aliamin
Reformasi1998 tidak hanya membawa perubahan besar dalam lingkup politik Indonesia tetapi juga melanda keuangan, baik keuangan negara maupun daerah. Selama ini sistem keuangan negara menganut asas sentralistik. Hanya ada satu...
Wawancara
Politik, dalam wajah apa pun, tidak luput mempengaruhi sektor selainnya. Bahkan di bidang perekonomian, campur tangan politik tetap ada. Sebut saja soal proses penetapan anggaran belanja daerah yang ditengarai banyak pihak sarat akan kepentingan...
Opini
Oleh : Farid Wajidi, ST
Bagi masyarakat Indonesia, tahun ini sangatlah istimewa karena dua perhelatan akbar dilaksanakan secara beruntun. Pertama, Pemilu Legeslatif untuk memilih anggota legeslatif yang akan mengisi kursi di DPR, DPD dan...
KURS VALAS
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
HARGA EMAS
|






